DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut Kecam Kekerasan Terhadap Massa Aksi GM-FKPPI di Depan Gedung Capital Building
Medan, – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Demokrasi Indonesia Provinsi Sumatera Utara* mengecam keras dugaan tindakan kekerasan dan penyerangan terhadap massa aksi *GM-FKPPI* di depan Gedung *Capital Building Medan*, Kamis (11/9/2026).
Aksi tersebut disebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi dan kontrol sosial masyarakat. Namun penyampaian aspirasi itu justru diwarnai dugaan penyerangan oleh sejumlah orang tidak dikenal terhadap peserta aksi.
*Sekretaris DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut, Nico Septian Butar-Butar*, menyatakan kekerasan terhadap massa yang menyampaikan pendapat secara damai tidak dapat dibenarkan.
_“Kami mengutuk keras segala bentuk kekerasan terhadap massa aksi. Penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati dan dilindungi. Jangan sampai perbedaan kepentingan dibalas dengan tindakan kekerasan,”_ ujarnya.
Nico juga menyoroti adanya personel kepolisian di sekitar lokasi saat insiden terjadi. Menurutnya, hal itu perlu penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan pertanyaan di masyarakat terkait pola pengamanan.
_“Kami mempertanyakan, ketika dugaan pemukulan terjadi dan terdapat aparat kepolisian di sekitar lokasi, mengapa tindakan tersebut bisa terjadi? Kami meminta pihak kepolisian memberikan penjelasan secara transparan mengenai apa yang terjadi di lapangan,”_ katanya.
DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut mendorong kepolisian mengusut secara objektif dan menyeluruh dugaan penyerangan tersebut. Termasuk mengidentifikasi pihak yang terlibat serta memeriksa rekaman CCTV dan bukti lainnya di lokasi.
_“Kami tidak sedang membela kekerasan dari pihak mana pun. Kami membela prinsip bahwa setiap warga negara yang menyampaikan aspirasi harus mendapatkan perlindungan hukum. Jika ada pelanggaran, siapa pun pelakunya harus diproses sesuai hukum,”_ tegas Nico.
Ia juga meminta persoalan ini tidak berhenti pada penanganan pelaku di lapangan. GM-FKPPI sendiri telah mendesak aparat mengusut dugaan penyerangan hingga kemungkinan adanya pihak yang menggerakkan aksi tersebut.
_“Kami ingin hukum benar-benar hadir untuk melindungi masyarakat. Jangan sampai rakyat yang menyampaikan aspirasi justru merasa tidak aman ketika berada di ruang publik. Demokrasi harus dijaga, dan kekerasan terhadap massa aksi tidak boleh dianggap sebagai hal biasa,”_ pungkasnya.
*SIKAP DPD PEMUDA DEMOKRASI INDONESIA SUMATERA UTARA:*
1. *Mengutuk* dugaan tindakan kekerasan terhadap massa aksi GM-FKPPI
2. *Mendesak* kepolisian mengusut dugaan penyerangan secara transparan
3. *Meminta* penjelasan mengenai pengamanan aparat saat insiden berlangsung
4. *Mendorong* pemeriksaan CCTV dan bukti-bukti lain di lokasi
5. *Meminta* seluruh pihak yang terbukti terlibat diproses sesuai hukum
_“SUARA RAKYAT HARUS DILINDUNGI, BUKAN DIBUNGKAM DENGAN KEKERASAN”_(rel)

