BUMDES Nippon Desa Ronggurnihuta Sepi Peminat, Kades: Sekarang Dominasi Catering
SAMOSIR, Usaha penyewaan alat pesta milik BUMDES Nippon di Desa Ronggurnihuta, Kecamatan Ronggurnihuta, Kabupaten Samosir kini sepi peminat. Hal ini disebabkan acara pesta warga sudah banyak beralih ke jasa catering dengan harga lebih murah.
Hal itu disampaikan Kepala Desa Ronggurnihuta, Jonner Naibaho, Senin (15/09).
Jonner menjelaskan, BUMDES Nippon dibentuk berdasarkan hasil Musyawarah Desa Tahun 2022. Usaha yang dijalankan adalah penyewaan tratak, kursi dan piring untuk hajatan.
“Penyewaan kita sesuaikan dengan kondisi ekonomi warga. Kalau ekonominya mampu, sewa kursi Rp3.000 per unit, tratak Rp300.000. Kalau ekonomi menengah ke bawah, sewanya kita kurangi dari target yang disepakati,” kata Jonner.
Di dua tahun pertama, usaha ini berjalan lumayan. Hampir semua warga yang punya hajatan memakai alat dari BUMDES.
“Tapi dua tahun terakhir 2025-2026 ini alat pesta kami kurang diminati. Pesta sekarang sudah didominasi catering karena biayanya lebih murah. Ini penyebab alat BUMDES jadi kurang laku,” tambahnya.
Bentuk Usaha Baru Ayam Petelur Tahun 2025
Untuk menghidupkan ekonomi desa, pada Oktober 2025 warga Desa Ronggurnihuta sepakat membentuk unit usaha baru berupa peternakan ayam petelur.
Modal usaha berasal dari Dana Desa ketahanan pangan sebesar Rp200.000.000. Dana itu digunakan untuk membangun kandang, membeli pakan dan obat-obatan.
Namun usaha ini terkendala karena Direktur unit ayam petelur, Charter Sitanggang, telah meninggal dunia.
“Karena Direktur sudah meninggal, pertanggungjawabannya juga mengalami kendala,” ujar Jonner.
Ada Tunggakan Pembangunan Fisik ke Pihak Panglong
Selain itu, Jonner juga menyampaikan adanya tunggakan pembayaran pembangunan fisik TA 2025.
“Pembangunan fisik sudah selesai dikerjakan. Untuk penyelesaiannya disanggupi pihak panglong. Sekarang pihak panglong menagih biaya pembangunan tersebut ke kami aparat desa,” jelasnya.
Menurutnya, ada tunggakan karena Dana Desa dari pusat mengalami pengurangan.
Atas persoalan itu, melalui ABDESI Kecamatan Ronggurnihuta dan Ketua ABDESI Kabupaten Samosir, pihaknya sudah melakukan audiensi ke DPRD Kabupaten Samosir. Tujuannya agar DPRD dapat menjembatani keluhan tersebut ke pemerintah pusat.
Selanjutnya, berdasarkan hasil pantauan wartawan di lapangan, perangkat desa membagikan beras 3 karung per kepala keluarga. Beras tersebut merupakan sumbangan dari Badan Ketahanan Pangan pusat. Bantuan tersebut sebanyak 7.439 kilo dibagi rata kepada warga yang berjumlah 248 KK.
Maka setiap kepala keluarga mendapat 30 kg. Akan tetapi karena ada kemungkinan salah perhitungan dari gudang, maka satu keluarga akan kurang jatahnya menjadi 20 kg.
(Timbul Samosir)
SAMOSIR, Usaha penyewaan alat pesta milik BUMDES Nippon di Desa Ronggurnihuta, Kecamatan Ronggurnihuta, Kabupaten Samosir kini sepi peminat. Hal ini disebabkan acara pesta warga sudah banyak beralih ke jasa catering dengan harga lebih murah.
Hal itu disampaikan Kepala Desa Ronggurnihuta, Jonner Naibaho, Senin (15/09).
Jonner menjelaskan, BUMDES Nippon dibentuk berdasarkan hasil Musyawarah Desa Tahun 2022. Usaha yang dijalankan adalah penyewaan tratak, kursi dan piring untuk hajatan.
“Penyewaan kita sesuaikan dengan kondisi ekonomi warga. Kalau ekonominya mampu, sewa kursi Rp3.000 per unit, tratak Rp300.000. Kalau ekonomi menengah ke bawah, sewanya kita kurangi dari target yang disepakati,” kata Jonner.
Di dua tahun pertama, usaha ini berjalan lumayan. Hampir semua warga yang punya hajatan memakai alat dari BUMDES.
“Tapi dua tahun terakhir 2025-2026 ini alat pesta kami kurang diminati. Pesta sekarang sudah didominasi catering karena biayanya lebih murah. Ini penyebab alat BUMDES jadi kurang laku,” tambahnya.
Bentuk Usaha Baru Ayam Petelur Tahun 2025
Untuk menghidupkan ekonomi desa, pada Oktober 2025 warga Desa Ronggurnihuta sepakat membentuk unit usaha baru berupa peternakan ayam petelur.
Modal usaha berasal dari Dana Desa ketahanan pangan sebesar Rp200.000.000. Dana itu digunakan untuk membangun kandang, membeli pakan dan obat-obatan.
Namun usaha ini terkendala karena Direktur unit ayam petelur, Charter Sitanggang, telah meninggal dunia.
“Karena Direktur sudah meninggal, pertanggungjawabannya juga mengalami kendala,” ujar Jonner.
Ada Tunggakan Pembangunan Fisik ke Pihak Panglong
Selain itu, Jonner juga menyampaikan adanya tunggakan pembayaran pembangunan fisik TA 2025.
“Pembangunan fisik sudah selesai dikerjakan. Untuk penyelesaiannya disanggupi pihak panglong. Sekarang pihak panglong menagih biaya pembangunan tersebut ke kami aparat desa,” jelasnya.
Menurutnya, ada tunggakan karena Dana Desa dari pusat mengalami pengurangan.
Atas persoalan itu, melalui ABDESI Kecamatan Ronggurnihuta dan Ketua ABDESI Kabupaten Samosir, pihaknya sudah melakukan audiensi ke DPRD Kabupaten Samosir. Tujuannya agar DPRD dapat menjembatani keluhan tersebut ke pemerintah pusat.
Selanjutnya, berdasarkan hasil pantauan wartawan di lapangan, perangkat desa membagikan beras 3 karung per kepala keluarga. Beras tersebut merupakan sumbangan dari Badan Ketahanan Pangan pusat. Bantuan tersebut sebanyak 7.439 kilo dibagi rata kepada warga yang berjumlah 248 KK.
Maka setiap kepala keluarga mendapat 30 kg. Akan tetapi karena ada kemungkinan salah perhitungan dari gudang, maka satu keluarga akan kurang jatahnya menjadi 20 kg.
(Timbul Samosir)

