Pesta Pelindung Santa Theresia ke-36, Pastor Paroki Ajak Umat Berjalan Bersama Wujudkan Aula Rp 500 Juta
MEDAN, Sukacita iman mewarnai Perayaan Pesta Pelindung Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus di Stasi Padang Bulan – Paroki Asisi, Minggu (12/10/2026). Perayaan tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan 36 tahun perjalanan hidup menggereja stasi tersebut.
Perayaan yang digelar di bawah tenda hijau itu berlangsung meriah dan khidmat. Ratusan umat hadir mengenakan pakaian seragam kuning dan ulos Batak. Tampak hadir Dewan Pimpinan Paroki (DPP) Robin Kanan, Ketua Dewan Stasi Jamin Sinambela, pengurus kategorial, Orang Muda Katolik (OMK), hingga para sesepuh stasi.
Dalam kata sambutannya, Pastor Paroki Padang Bulan Asisi, P. Lucio Cov, OFMConv, menyampaikan tema pesta tahun ini:
> _”Melalui Perayaan Pesta Pelindung, Mari Kita Berjalan Bersama untuk Saling Mendengarkan, Meneguhkan, dan Mewartakan Iman, Agar Cinta Kasih dan Kepercayaan Tumbuh Dalam Hati Kita Masing-Masing Demi Terwujudnya Pembangunan Aula.”_
Pastor Lucio menegaskan, tema tersebut bukan sekadar slogan panitia, melainkan ajakan untuk bertindak nyata sebagai satu keluarga besar dalam lindungan Santa Theresia.
“Kita diundang untuk meneladani jalan kecil yang pernah dihidupi oleh Santa Theresia, melakukan hal-hal sederhana dengan cinta yang besar,” ujar Pastor Lucio di hadapan umat.
Ia juga menyoroti tantangan zaman ini di mana banyak orang sulit untuk saling mendengarkan, padahal itulah kunci kebersamaan dalam menggereja.
Pada kesempatan itu, Pastor Lucio secara terbuka memohon dukungan seluruh umat untuk mewujudkan impian bersama pembangunan aula stasi yang telah lama dirindukan. Ia menyebut panitia menargetkan pengumpulan dana pembangunan sekitar Rp 500 Juta.
“Berikan rezeki kita nanti kepada panitia. Siapa panitia sebenarnya? Kita semua ini. Kalau tidak sanggup untuk pribadi, bergabung satu kelompok, baik kelompok remaja, OMK, ibu-ibu, bapak-bapak, lansia, semuanya,” ajak Pastor Lucio yang disambut tepuk tangan umat.
Pastor juga meminta agar dalam lelang santi-santi atau sumbangan kasih yang digelar usai misa, tidak ada umat yang kabur dan tidak ada yang merasa malu memberi kecil.
“Maka panitia lelang pandai-pandai juga melihat umat kita, jangan yang besar-besar saja kita terima. Tapi bagaimana supaya perhatian dari semua kelompok bisa tercapai. Jangan takut, keluarkan semua hari ini. Besok kita sama-sama cari lagi,” katanya dengan nada bersemangat.
Sebelumnya, Ketua Dewan Stasi Jamin Sinambela dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kekompakan umat selama 36 tahun. Sementara DPP Robin Kanan mewakili Paroki Induk menyampaikan apresiasi atas semangat gotong-royong umat Stasi Santa Theresia.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan santi-santi dan lelang kasih dari seluruh umat dan kelompok kategorial untuk pembangunan aula.
Di akhir sambutannya, Pastor Lucio memberikan apresiasi khusus kepada para sesepuh yang tetap hadir meski usia lanjut.
“Ada sesepuh kami yang hadir walaupun sudah sesepuh mereka berani hadir hari ini. Pastor yakin mereka tidak hanya hadir dengan fisiknya tapi materi pun hari ini mereka bawa. Tepuk tangan dulu untuk sesepuh kita,” tutupnya.
Perayaan Pesta Pelindung ini diharapkan menjadi tonggak kebangkitan baru untuk menumbuhkan semangat gotong-royong dan persaudaraan di tengah umat.
Timbul Samosir

