Samosir Jadi Raja Bawang Putih Sumut, Dapat Alokasi Terbesar 265 Hektare dari APBN 2026
MEDAN/SAMOSIR,Kabupaten Samosir menjadi perhatian utama pemerintah dalam upaya swasembada bawang putih nasional. Berdasarkan data slide presentasi Alokasi Kawasan Bawang Putih APBN TA. 2026 Propinsi Sumatera Utara berdasarkan data, Samosir mendapat alokasi terbesar se-Sumatera Utara.
Dari total 564 Hektare alokasi bawang putih di 10 kabupaten di Sumut, Samosir mendapat, 265 Hektare atau hampir 47% dari total alokasi Sumut. Jauh meninggalkan Humbang Hasundutan 85 Ha, Karo 80 Ha, Toba 36 Ha, dan Dairi 31 Ha.
Data di layar tersebut dipaparkan dalam Rakor Bawang Putih di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (7/10/2026) yang dipimpin Wakil Gubernur Sumut Surya bersama Ditjen Hortikultura Kementan.
Potensi Samosir Paling Besar
Ternyata alokasi 265 Ha ini baru permulaan. Potensi lahan bawang putih di Sumut mencapai 9.624 Hektare, dan Samosir memiliki potensi terbesar yakni 5.001 Hektare. Artinya masih bisa dikembangkan lebih luas lagi.
Untuk tahun 2027 nanti, Samosir bahkan sudah diplot mendapat alokasi pengembangan 1.180 Hektare.
Upaya Pemkab Samosir
Pemkab Samosir di bawah Bupati Vandiko Gultom memang sedang gencar kawal program ini sebagai bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo untuk ketahanan pangan.
Beberapa upaya yang sudah dilakukan Pemkab:
(1)Salurkan Bantuan Benih: Pada Juli 2026 lalu Bupati serahkan 4 ton benih bawang putih + pupuk dan mulsa untuk 5 Hektare di Desa Hariara Pintu, Kec. Harian.
(2)Tanam Bersama Polda: Agustus 2026, tanam bersama Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan di Desa Maduma Simanindo sebagai gerakan serentak 17 provinsi.
(3) Jamin Pasar:Petani tidak bingung jual, karena hasil panen dibeli langsung Kementerian Pertanian pakai dana APBN. Petani juga dapat bibit, pupuk, sarana dan pendampingan gratis.
Tujuan Pemkab, bawang putih bukan hanya untuk swasembada, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani Samosir dan memperkuat sektor pertanian daerah.
Seperti disampaikan Pemkab: “Samosir siap bertumbuh, petani sejahtera, pangan kita kuat”.
(Timbul Samosir)

