Bus Wisata Terbalik di Boho, Bupati Samosir Jenguk Korban dan Tanggung Biaya Berobat
Samosir, Bus pariwisata yang membawa 32 wisatawan asal Kisaran mengalami kecelakaan di Desa Boho, Kecamatan Sianjur Mula Mula, Sabtu (19/09/2026). Bus rombongan STM Satahi Kisaran tersebut terbalik setelah diduga mengalami lepas terot pada as roda depan sebelah kiri hingga sopir kehilangan kendali.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebanyak 27 orang sempat dibawa ke RSUD Hadrianus Sinaga untuk mendapatkan penanganan medis, 2 orang sudah kembali ke penginapan, sementara lainnya masih dalam observasi. Satu orang mengalami patah tulang dan dirujuk, serta beberapa korban mengalami cedera di tangan, panggul dan hidung.
Mengetahui kejadian tersebut, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk langsung menjenguk para korban di RSUD Hadrianus Sinaga.
Bupati Vandiko menegaskan Pemkab Samosir akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban selama dirawat di RSUD Hadrianus Sinaga.
“Walaupun mereka bukan warga Samosir, sebagai bentuk kepedulian dan kemanusiaan, saya sudah instruksikan agar seluruh biaya perobatan selama di RSUD Hadrianus Sinaga kita tanggung sepenuhnya,” ujar Vandiko.
Vandiko juga meminta agar kepulangan korban ke daerah asal tetap mengikuti rekomendasi medis dokter dan tidak tergesa-gesa.
“Kalau secara medis sudah diperbolehkan pulang, kita bantu. Jangan dipaksakan kalau kondisi belum memungkinkan,” katanya.
Selain biaya pengobatan, Pemkab Samosir juga menyiapkan ambulans jika ada korban yang perlu dirujuk ke rumah sakit lain. Pemkab juga akan membantu komunikasi dengan Jasa Raharja terkait kemungkinan bantuan biaya.
“Kita hadir untuk memberikan semangat kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban. Mereka datang sebagai wisatawan, ketika mengalami musibah di daerah kita, kita harus hadir memberikan pelayanan terbaik,” ungkap Vandiko.
Bupati juga mengingatkan pentingnya kelayakan kendaraan wisata, kondisi teknis bus, serta kesehatan pengemudi untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan wisatawan di Samosir.
Ketua STM Satahi Kisaran, Renhard Manalu, mengatakan kecelakaan terjadi setelah rombongan mengunjungi sejumlah destinasi seperti Tano Ponggol, Menara Pandang, Air Terjun Efrata dan Sibea-bea.
“Terima kasih atas perhatian Bapak Bupati. Sewaktu kecelakaan tadi masyarakat Desa Boho sangat baik, banyak yang menolong dan mempersilakan kami masuk ke rumah,” ucapnya.
Sementara Ketua Panitia Perjalanan, Paber Silaban, yang berada tepat di belakang bus menjelaskan kecelakaan bukan karena rem blong, kebut-kebutan atau sopir mengantuk.
“Tidak ada rem blong atau sopir mengantuk. Kemungkinan besar terotnya lepas sehingga sopir kehilangan kendali. Mobil juga tidak melaju kencang,” jelasnya.
(Timbul Samosir)

