DPRD Medan Dorong Pemko Terapkan Program Ongkos Gratis Bagi Pelajar
Medan,Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera menerapkan program ongkos gratis bagi pelajar. Program ini diutamakan bagi siswa dari keluarga prasejahtera, khususnya di kawasan Medan Utara seperti Kecamatan Belawan.
Wakil Ketua DPRD Medan, Hj Sri Rezeki, menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana tersebut. Menurut politisi PKS ini, kebijakan tersebut sangat penting untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu sekaligus meningkatkan mutu pendidikan.
“Pada dasarnya saya mendukung usulan ongkos gratis bagi pelajar di Medan. Apalagi sasarannya pelajar dari keluarga prasejahtera, terkhusus wilayah Medan Utara,” ujar Sri Rezeki usai menyikapi wacana tersebut, Kamis (10/9/2026).
Sri Rezeki meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bersama lintas komisi di DPRD Medan segera merumuskan regulasi pelaksanaannya. Pembahasan ini nantinya akan melibatkan Komisi II (bidang Pendidikan), Komisi IV (bidang Perhubungan), Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Bappeda, Bagian Hukum, serta Organda selaku stakeholder jasa angkutan.
Manfaatkan Bus Listrik Beranggaran Rp 91 Miliar
Sebelumnya, dalam rapat evaluasi triwulan Komisi II bersama Dinas Pendidikan, anggota Komisi II DPRD Medan, Afif Abdillah, mengusulkan agar 72 unit bus listrik yang beroperasi di Medan dijadikan langkah awal program ini. Terutama untuk rute atau trayek yang menuju ke daerah Belawan.
Afif menilai, pemanfaatan bus listrik ini sangat beralasan karena biaya operasionalnya sudah disubsidi oleh APBD Pemko Medan sekitar Rp 91 Miliar setiap tahunnya. Namun, di lapangan armada bus listrik tersebut dinilai masih sepi penumpang.
“Kenapa ini tidak dimanfaatkan? Sementara bus listrik beroperasi selalu kosong penumpang tidak diminati warga. Sangat dibutuhkan subsidi ongkos pelajar di Medan Utara karena mayoritas warga di sana adalah prasejahtera,” ungkap Afif.
Dukungan serupa disampaikan oleh anggota Komisi II, DR Lily MBA, dan Wakil Ketua Komisi II, Modesta Marpaung. Mereka mendesak agar tim anggaran Pemko Medan segera menyiasati alokasi subsidi ini demi menjawab keluhan para orang tua murid terkait biaya transportasi sekolah yang tinggi.
Menanggapi desakan dewan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Ahmad Barli Mulia Nasution, menyambut baik usulan tersebut. Pihaknya berjanji akan segera melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan Kota Medan untuk mematangkan teknis dan regulasi di lapangan.(Ir)

