Musim Kemarau, Debu Jalan di Samosir Diduga Picu Peningkatan Risiko ISPA

Musim Kemarau, Debu Jalan di Samosir Diduga Picu Peningkatan Risiko ISPA

SAMOSIR– Musim kemarau yang melanda Kabupaten Samosir sejak beberapa pekan terakhir diduga memicu peningkatan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut / *ISPA* di kalangan warga.

Pantauan di lapangan, Kamis [30/8/2026], debet abu dan debu tanah terlihat sangat tebal di sejumlah ruas jalan, terutama jalan yang belum diaspal dan sedang dalam tahap pengerjaan proyek perbaikan.

Kondisi tanah yang kering ditambah laju kendaraan yang cukup kencang membuat abu beterbangan dan terhirup langsung oleh pengendara maupun pejalan kaki yang melintas.

“Setiap ada mobil lewat, debunya langsung naik sampai ke wajah. Mata perih, tenggorokan langsung gatal. Apalagi kalau jalan kaki,” ujar salah seorang warga di Jalan Pintusona Kecamatan Pangururan.

Situasi serupa juga terpantau di lokasi proyek perbaikan jalan. Tanah hasil galian proyek banyak yang menumpuk di bahu jalan. Saat tertiup angin dan dilindas kendaraan, debu tersebut langsung menyebar ke badan jalan.

Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, dan pekerja yang setiap hari beraktivitas di jalan.

Berdasarkan pantauan wartawan, kelompok yang paling rawan terpapar adalah pengguna jalan di ruas yang belum beraspal dan area proyek, karena intensitas debu di lokasi tersebut jauh lebih tinggi.

Diharapkan kepada para pimpinan proyek yang sedang mengerjakan jalan agar lebih memperhatikan dampak lingkungan. Tanah hasil galian sebaiknya tidak dibiarkan masuk ke bahu jalan dan dilakukan penyiraman secara rutin untuk mengurangi debu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir terkait dugaan peningkatan kasus ISPA akibat kondisi tersebut. Konfirmasi ke pihak terkait akan menyusul.

admingennews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *